Home » » Mengeluarkan Sperma di Luar Vagina, Bisakah Menghindari Kehamilan ?

Mengeluarkan Sperma di Luar Vagina, Bisakah Menghindari Kehamilan ?

Ada beberapa cara yang dilakukan oleh pasangan yang ingin menghindari kehamilan saat melakukan hubungan intim. Salah satu cara yang dilakukan banyak pasangan untuk menghindari kehamilan adalah membuang sperma di luar vagina saat mendekati puncak ejakulasi.

Tapi, Benarkah cara tersebut dapat menghindari kehamilan sesuai dengan harapan yang di inginkan ?

Namun menurut para ahli di bidangnya, cara seperti itu tidak menjamin si wanita akan bebas hamil. Kenapa?
Berikut menurut sang ahli di bidangnya.
"Cara ini amat sangat tidak dianjurkan, karena risiko hamil masih tetap tinggi," ujar dr Cynthia Agnes Susanto, B.Med.Sc disela-sela acara seminar tentang Keputihan dan Kanker Serviks di Moscatly Cafe Pondok Indah, Jakarta. Saat pria akan mencapai puncak orgasme, sebenarnya penis sudah mengeluarkan cairan sperma awal yang bertindak untuk memuluskan jalannya. Cairan-cairan yang keluar awal ini sebenarnya sudah mengandung sperma yang sudah cukup buat membuahi sel telur.

Asal tahu saja, menurut para pakar, ada jutaan sperma yang dikeluarkan pria ketika berhubungan intim, namun cukup satu sperma yang diperlukan untuk memecahkan sel telur. "Saat seperti itu seseorang mungkin tidak tahu apakah sperma yang dikeluarkannya sudah semua atau belum. Karena hanya satu sperma yang dibutuhkan untuk membuahkan sel telur dan bukan berjuta-juta sperma," kata dr Cynthia.
Sperma bisa saja telah masuk ke dalam vagina atau liang vagina pada saat berhubungan intim. Kualitas sperma yang baik yang bertemu dengan sel telur yang sehat akan mempercepat terjadinya pembuahan.

Mengeluarkan sperma di luar vagina sering disebut coitus interuptus (senggama terputus). Biasanya pria menarik penisnya dari vagina sebelum terjadi ejakulasi. Untuk menghindari kehamilan dengan cara cara seperti ini terbilang sangat sulit, karena sang lelaki harus bisa mengontrol kapan spermanya akan keluar dengan tepat waktu. Dan jangan sampai kebobolan sebelum penis di cabut.

Dalam Situasi dan kondisi yang normal ketika bersenggama, sperma pria masuk melalui vagina lalu melewati leher rahim menuju mulut rahim. Kemudian sperma-sperma tersebut berenang dan berlari saling berebut di dalam rahim terus menuju saluran telur (tuba fallopi). Namun ada sperma yang bisa mencapai saluran telur tapi banyak juga yang tersesat. Bagi yang beruntung, dialah yang kemudian akan menjadikan si wanita mengalami kehamilan.

Untuk dapat menjadikan  kehamilan juga banyak faktor tidak hanya dari sperma saja. Proses pembuahan juga melibatkan komunikasi antara sperma dengan sistem reproduksi wanita. Pada pasangan yang tidak subur, komunikasi itu gagal oleh beberapa sebab. Di antaranya sperma kurang bagus kualitasnya dalam menyampaikan informasi, atau bisa juga sebaliknya, si sel telur memiliki kontrol kualitas terlalu tinggi sehingga sangat selektif terhadap sperma yang datang menghampiri.
Share this article :

1 komentar:

Blogger templates

 
Support : My Link | Pamenang Selatan | Aguees Water
Copyright © 2013. Agust Glory - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger